Ternyata Selama Ini Gede Widiade Bukan Direktur Utama Persija, Ini Penjelasannya

Ternyata Selama Ini Gede Widiade Bukan Direktur Utama Persija, Ini Penjelasannya

JABATAN Gede Widiade yang slema ini disebut sebagai Direktur Utama Persija Jakarta pada tahun 2017-2018, ternyata keliru.

Di dalam struktur kepengurusan PersijaGede Widiade hanya menjabat sebagai Direktur Persija, karena selama menjabat, ia berjuang sendirian dan tidak mendapat bantuan dari direksi lain.

“Pak Gede itu single fighter sebelumnya. Dia hanya sendirian ngurusin dari olahraga marketing dan keuanganya. Nah, sekarang pemegang saham ingin memperbesar itu,” kata CEO Persija Ferry Paulus, saat pengenalan direksi baru Persija, di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

• Pilpres 2019 Tinggal Dua Bulan, Kubu Jokowi-Maruf Amin Gencar Kampanye di Medsos Pakai Meme

Dengan alasan ingin melebarkan sayap perusahaan, pemilik saham Persija melakukan reorganisasi dengan menambah jajaran direksi di tubuh Persija, dan menjadikan Kokoh Afiat sebagai Direktur Utama Persija.

“Seiring adanya program besar dari pemegang saham Persija, maka dikembangkan struktur organisasinya. Yang tadinya Pak Gede sendirian jadi direktur, sekarang ditambah empat orang jadi lima,” ujar Kokoh Afiat kepada Warta Kota.

‘Saya sebagai Direktur Utama, ada Wakil Direktur Pak Andre, kemudian ada Pak Fandrizal Direktur Keuangan untuk mengurusi IPO, kemudian Direktur Marketing Andhika,” jelasnya.

• Jalan Kalimalang Rusak Seperti Kolam, Kata Wakil Wali Kota Bekasi Lima Hari Lagi Dibeton

Sebenarnya, pada organisasi yang dikembangkan ini, posisi Gede Widiade adalah Direktur Sepak Bola dan Olahraga Persija, tapi pengusaha asal Bali itu memutuskan mengundurkan diri dan tidak ada gantinya.

“Dan yang terakhir Pak Gede sebagai Direktur Sepak Bola dan Olahraga. Tapi Pak Gede lalu mengundurkan diri dan tidak ada gantinya di posisi itu,” papar Kokoh Afiat.

Untuk mengisi kepergian Gede Widiade, para pemegang saham menunjuk Komisaris Ferry Paulus untuk turun menjabat CEO di Persija, dan melakukan tugas Gede Widiade sebelumnya.

• Satgas Antimafia Bola Dalami Kaitan Mundurnya Bos Persija dengan Penghancuran Dokumen

“Pak Ferry sebagai CEO tidak masuk struktur direksi, beliau sebagai komisaris diminta pemegang saham untuk membantu urusan sepak bola dan prestasinya di Persija,” terang Kokoh Afiat.

“Dengan kata lain, tugas Pak Gede diganti oleh Pak Ferry. Tapi itu tugasnya saja, bukan jabatannya,” beber pria yang pernah menjabat Direktur Keuangan PT Liga Indonesia itu.

Kokoh Afiat mengatakan, program yang sebelumnya dijalankan oleh Gede Widiade sebagai direktur, tidak akan diubah banyak. Lagi-lagi itu, atas kuasa pemegang saham.

• Memilih Pemimpin Wajib Hukumnya dalam Islam, Maruf Amin Minta Masyarakat Jangan Golput

“Program secara keseluruhan tetap, karena itu kan sudah menjadi hasil dari rapat umum pemegang saham, jadi programnya tetap berjalan dilanjutkan,” terang pria berkacamata itu.

Berikut ini jajaran direksi baru Persija Jakarta 2019, yang disusun oleh pemegang saham, yayasan, dan manajemen:

Komisaris dan CEO: Ferry Paulus

Direktur Utama: Kokoh Afiat

Wakil Direktur : Andre Rizki Makalam (Direktur PT Bakrie Pangripta Loka)

Direktur Keuangan: Fandrizal Rabain (Presdir PT Bakrie Pesona Rasuna)

Direktur Marketing: Andhika Suksmana

Direktur Olahraga: I Gede Widiade (mengundurkan diri) (*)